RSS

Tugas 1

18 Mei

RINGKASAN MATERI TENTANG PSIKOLOGI PENDIDIKAN/PEMBELAJARAN

A.   Ruang Lingkup Psikologi

Macam-macam Psikologi:

  1. Psikologi Pembelajaran
  2. Psikologi Klinis
  3. Psikologi Sosial
  4. Psikologi Eksperimental
  5. Psikologi organisasi
  6. Psikilogi Industri


B.   Pengertian Psikologi dan Psikologi Pendidikan

Psikologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mengkaji perilaku individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Perilaku yang dimaksud adalah, perilaku motorik yaitu perilaku dalam bentuk gerakan. Perilaku kognitif ialah perilaku dalam bentuk bagaimana individu mengenal alam dis ekitarnya. Perilaku konatif ialah perilaku yang berupa dorongan dari dalam individu. Perilaku afektif ialah perilaku dalam bentuk perasaan atau emosi.

Pendekatan utama dalam psikologi yaitu:

Pendekatan behaviorisme, lebih mengutamakan hal-hal yang nampak dari individu. Perilaku adalah segala sesuatu yang bisa di amati oleh alat indera sebagi hasil dari interaksi dengan lingkungnnya. Pendekatan psikoanalisa, lebih mengutamakan hal-hal yang ada di bawah kesadaran individu. Pendekatan kognitif, perilaku sebagai proses internal, yang merupakan suatu proses input-output yaitu penerimaan dan pengolahan hasil dari informasi, untuk kemudian menghasilkan keluaran. Pendekatan humanistik, bahwa manusia sudah awalnya mempunyai dorongan untuk mewujudkan dirinya sebagai manusia di lingkungannya. Pendekatan neurobiologi yang mengaitkan perilaku individu dengan kejadian di dalam otak dan syarafnya.

Psikologi pendidikan yaitu cabang psikologi secara khusus mengkaji berbagai perilaku inddividu dalam kaitannya dengan pendidikan, tujuannya untuk menemukan fakta, generalisasi, dan teori psikologis yang berkaitan dengan pendidikan untuk digunakan dalam upaya melaskanakan proses pendidikan yang efektif.

Peranan psikologi dalam pembelajaran dan pengajaran yaitu : memahami siswa sebagai pelajar, memahami prinsip dan teori pembelajaran, memilih metode-metode pengajaran, menetapkan tujuan pembelajaran, menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif, memilih dan menetapkan isi pengajaran, membantu siswa yang mendapat kesultan dalam pembelajaran, memilih alat bantu pengajaran, menilai hasil pembelajaran, memaham kepribadian dan profesi guru, membimbing kepribadian siswa.

Komentar/Pembahasan tentang Artikel Ini:

Psikologi merupakan suatu ilmu pengetahuan karena psikologi menggunakan metode-metode ilmiah. Psikologi pendidikan sangat penting untuk dipelajari, dipahami, dan ditelaah oleh mahasiswa keguruan. Karena pendidikan merupakan kegiatan yang melibatkan individu yang berperilaku yang ikut terlibat dalam pendidikan. Seyogyanya mereka yang terlibat dapat menunjukkan perilaku yang seusai agar proses pendidikan dapat berlangsung secara efektif sesuai dengan landasan dan tujuan yang akan dicapai.

Untuk mengetahui pemahaman tentang seseorang, baik itu siswa maupun guru itu sendiri, untuk menetapkan tujuan pembelajaran agar menjadi pembelajaran yang kondusif, kita sebagai pendidik perlu ada pengetahuan tentang psikologi pembelajaran. Dalam psikologi pendekatan-pendekatan utama pembelajaran, pendekatan-pendekatan inilah yang membantu kita dalam memahami siswa dan pembelajaran itu sendiri.

C.   Pengertian Pembelajaran

Pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahanperilakuu yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Beberapa prinsip yang menjadi landasan pengertian tersebut ialah :

  1. Pembelajaran sebagai suatu usaha memperoleh perubahan perilaku. Prinsip ini bermakna bahwa prosees pembelajaran itu ialah adanya perubahan perilaku dalam diri individu.
  2. Hasil pembelajarn ditandai dengan perubahan perilaku secara keseluruhan.
  3. Pembelajaran merupakan suatu proses. Prinsip ini mengandung makna bahwa pembelajaran merupakan suatu aktifitas yang berkesinambungan.
  4. Proses pembelajaran terjadi karena adanya sesuatu yang mendorong dan ada sustu tujuan yang ingin dicapai.
  5. Pembelajaran merupakan suatu pengalaman.

Komentar/Pembahasan tentang Artikel Ini:

Pembelajaran merupakan aktivitas paling utama dalam proses pendidikan di sekolah. Untuk itu pemahaman seorang guru terhadap pengertian pembelajaran akan mempengaruhi cara guru itu mengajar. Dalam bab ini dibahas tentang pengertian pembelajaran dan keterkaitan dengan pengertian lain. Untuk itu bisa dijadikan acuan untuk mengetahhui arti pembelajaran agar keberhasilsan pencapaian tujuan pendidikan bisa tercapai dengan efektif.

D.   PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN

Proses pembelajaran ialah proses individu mengubah perilaku dalam upaya memenuhi kebutuhannya. Halini berarti bahwa individu akan melakukan kegiatan belajar apabila ia menghadapi situasi kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi oleh insting atau kebiasaan.

Proses pembelajaran merupakan suatu aktivitas sebagai berikut :

  1. Individu merasakan adanya kebutuhan dan melihat tujuan yang ingin dicapai.
  2. Kesiapan (readiness) individu untuk mengetahui kebutuhan dan mencapai tujuan.
  3. Pemahaman situasi lingkungan.
  4. Mentafsirkan situasi yaitu bagaimana individu melihat kaitan berbagai aspek yang terdapat dalam situasi.
  5. Tindak balas (respons)
  6. Akibat (hasil) pembelajaran.

Hasil dari proses pembelajaran ialah perubahan perilaku individu. Individu akan memperoleh perilaku yang baru, menetap, fungsional, positif, disadari, dsb. Perubahan perilaku sebagai hasil pembelajaran ialah perilaku keseluruhan yang mencakup aspek kognitiif, konatif, afektif, dan motorik.
Jenis-jenis pembelajaran berdasarkan dari aspek pembelajaran yang akan dicapai yaitu : pembelajaran keterampilan, pembelajaran sikap, dan pembelajaran pengetahuan. Dari sifatnya dibedakan antara pembelajaran formal, informal, dan non formal.

Komentar/Pembahasan tentang Artikel Ini:

Dalam bagian ini dibahas mengenai proses pembelajaran, yang bisa dipelajari bagaimana proses pembelajaran dapat berlangsung dengan efektif sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. Hasildari proses pembelajaran ada dua kemungkinannya yaitu sukses atau gagal. Apabila hasilnya sukses maka tercapai segala tujuannya dan akan memperoleh kepuasan dan apabila gagal akan mersa kecewa. Disini guru diharapkan dapat membantu murid-murid yang gagal agar mereka tidak berputus asa dan mampu belajar dengan baik.

E.   TEORI-TEORI PEMBELAJARAN

Teori merupakan suatu perangkat prinssip-prinsip yang terorganisasi mengenai peristiwa-peristiwa tertentu dalam lingkungan. Karakteristik suatu teori ialah memberikan kerangka kerja konseptual untuk suatu iinformasi dan dapat prinsip yang dapat diuji. Fungsi teori pembelajaran dalam pendidikan adalah:

  1. Memberikan garis-garis rujukan untuk perancangan pengajaran.
  2. Menilai hasil-hasil yang telah dicapai untuk digunakan dalam ruang kelas.
  3. Mendiagnosis masalah-masalah dalam ruang kelas.
  4. Menilai hasil penelitian yang dilaksanakan berdasarrkan teori-teori tertentu.

Macam-macam teori Pembelajaran:

Teori Belajar Humanistik

Abraham Maslow dan Carl Rogers termasuk kedalam tokoh kunci humanisme. Tujuan utama dari humanisme dapat dijabarkan sebagai perkembangan dari aktualisasi diri manusia automomous. Dalam humanisme, belajar adalah proses yang berpusat pada pelajar dan dipersonalisasikan, dan peran pendidik adalah sebagai seorang fasilitator.

Afeksi dan kebutuhan kognitif adalah kuncinya, dan goalnya adalah untuk membangun manusia yang dapat mengaktualisasikan diri dalam lingkungan yang kooperatif dan suportif. Dijelaskan juga bahwa pada hakekatnya setiap manusia adalah unik, memiliki potensi individual dan dorongan internal untuk berkembang dan menentukan perilakunya. Kerana itu dalam kaitannya maka setiap diri manusia adalah bebas dan memiliki kecenderungan untuk tumbuh dan berkembang mencapai aktualisasi diri.

Teori Belajar Behavioristik

Menurut teori behavioristik, belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu apabila ia mampu menunjukkan perubahan tingkah laku. Dengan kata lain, belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon.

Teori Pembelajaran Sosial (Teori Perilaku (Bandura)

Konsep motivasi belajar berkaitan erat dengan prinsip bahwa perilaku yang memperoleh penguatan(reinforcement) di masa lalu lebih memiliki kemungkinan diulang dibandingkan dengan perilaku yang tidak memperoleh penguatan atau perilaku yang terkena hukuman (punishment). Dalam kenyataannya, daripada membahas konsep motivasi belajar, penganut teori perilaku lebih memfokuskan pada seberapa jauh siswatelah belajar untuk mengerjakan pekerjaan sekolah dalam rangka mendapatkan hasil yang diinginkan (Bandura, 1986 dan Wielkeiwicks, 1995).

Teori Belajar Kognitif (Ausubel : Teori Belajar Bermakna)

Ausubel berpendapat bahwa guru harus dapat mengembangkan potensi kognitif siswa melalui proses belajar yang bermakna. Sama seperti Bruner dan Gagne, Ausubel beranggapan bahwa aktivitas belajar siswa, terutama mereka yang berada di tingkat pendidikan dasar- akan bermanfaat kalau mereka banyak dilibatkan dalam kegiatan langsung. Namun untuk siswa pada tingkat pendidikan lebih tinggi, maka kegiatan langsung akan menyita banyak waktu. Untuk mereka, menurut Ausubel, lebih efektif kalau guru menggunakan penjelasan, peta konsep, demonstrasi, diagram, dan ilustrasi.

Komentar/Pembahasan tentang Artikel Ini:

Pada dasarnya teori-teori pembelajaran menurut para ahli seperti teori behaviorisme dengan rangsangan dan stimulusnya dan teori humanistik keduanya memiliki fingsi yang sama dalam proses pendidikan, sedangkan teori yang lain seperti teori pembelajaran sosial dengan teori belajar kognitif, masing-masing memiliki cara atau metode yang berbeda.

F.    Teori-teori Perkembangan dan Hubungannya dengan Belajar

Teori-Teori Perkembangan

Menurut Mustaqim teori perkembangan dapat kita lihat sebagai berikut:

Teori Nativisme

Nativisme dari perkataan nativis yang berarti pembawaan.

Teori Empirisme

Menurut teori ini manusia tidak memiliki pembawaan hidupnya sejak lahir sampai dewasa semata-mata ditentukan oleh faktor dari luar atau faktor lingkungan hidup dan pendidikan.

Teori Naturalisme

Teori ini dikemukakan oleh Rosseau yang menurutnya manusia itu pada dasarnya baik, ia menjadi jahat dan buruk karena pengaruh kebudayaan.

Teori Rekapitulasi

Teori rekapitulasi mengatakan bahwa perkembangan individu merupakan  ulangan perkembangan jenisnya.

Teori Konvergensi

Teori ini berpendapat bahwa manusia dalam perkembangan hidupnya  dipengaruhi oleh bakat/pembawaan dan lingkungan, atau oleh dasar dan  alam.

Hubungan Perkembangan Dengan Belajar

Dalam belajar banyak sekali faktor yang mempengaruhinya. Dalam  sekian banyak hal mempengaruhi seseorang dalam belajar menurut Wasty Soemanto (1998: 113), dapat dikatagorikan kepada tiga hal yatu:

1. Faktor-faktor daya serap

2. Faktor-faktor metode belajar

3. Faktor-faktor individual

Di dalam proses belajar mengajar ikut berpengaruh sejumlah factor  lingkungan, yang merupakan masukan dari lingkungan. Selain itu mempelajari perkembangan manusia diperlukan adanya perhatian khusus mengenai proses pematangan (khususnya pematangan fungsi kognitif), proses belajar dan pembawaan atau bakat. Karena ketiga hal berkaitan erat dan saling berpengaruh dalam perkembangan kehidupan manusia.  Hubungan perkembangan dengan belajar lebih dominan pada Psiko-Fisik. Pada bagian ini akan lebih difokuskan pada proses perkembangan yang dipandang memiliki keterkaitan langsung dengan kegiatan belajar. Proses-proses perkembangan tersebut meliputi:

1.    Perkembangan motor (fisik)

Terdapat empat macam faktor yang mendorong kelanjutan  perkembangan motor skills anak yang juga memungkinkan campur tangan orang tua dan guru dalam mengarahkannya. Keempat faktor itu sebagai berikut:

a.    Pertumbuhan dan perkembangan sistem syaraf

Pertumbuhan dan perkembangan kemampuannya membuat intelegensi (kecerdasan) anak meningkat dan menimbulkan pola tingkah laku yang baru. Semakin baik perkembangan kemampuan sistem syaraf seorang anak akan semakin baik dan beragam pula pola-pola tingkah laku yang dimilikinya. Akan tetapi organ sitem syaraf ini lain dari yang lain, karena apabila rusak tidak dapat diganti atau tumbuh lagi.

b.    Pertumbuhan otot-otot

Otot merupakan jaringan sel-sel yang dapat berubah memanjang dan  juga sekaligus merupakan unit atau kesatuan sel yang memiliki daya mengkerut. Diantara fungsi-fungsi pokoknya adalah sebagai pengikat organ-organ lainnya dan sebagai jaringan pembuluh yang mendistribusikan sari makanan. Peningkatan tegangan otot anak dapat menimbulkan perubahan dan peningkatan aneka ragam kemampuan dan kekuatan jasmaninya. Perubahan ini sangat tampak dari anak yang sehat dari tahun ke tahun dengan semakin banyaknya keterlibatan anak tersebut dalam permainan yang bermacam-macam atau dalam membuat kerajinan tangan yang semakin meningkat kualitas dan kuantitasnya dari masa ke masa.

c.    Perkembangan dan pertumbuhan fungsi kelenjar endoktrin

Kelenjar adalah alat tubuh yang mengahasilkan cairan atau getah, seperti kelenjar keringat. Perubahan fungsi dari kelenjar-kelenjar endokrin akan mengakibatkan berubahnya pola sikap dan tingkah laku seorang remaja terhadap lawan jenisnya. Perubahan ini dapat berupa seringnya bekerja sama dalam belajar atau beolah raga, perubahan pola perilaku yang bermaksud menarik perhatian lawan jenis, berubahnya gaya dandanan/penampilan dan lain-lain

d.    Perubahan struktur jasmani

Semakin meningkat usia anak maka akan semakin meningkat pula ukuran tinggi dan bobot serta proporsi tubuh pada umumnya. Perubahan jasmani ini akan banyak berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan dan kecakapan motor skills anak. Pengaruh perubahan fisik seorang siswa juga tampak pada sikap dan perilakunya terhadap orang lain, karena perubahan fisik itu sendiri mengubah konsep diri (self-concept) siswa tersebut.

2.    Perkembangan kognitif siswa

Menurut Jean Piaget, perkembangan kognitif anak terdirir dari empat tahapan, diantaranya :

a.    Tahap sensory-motor

Tahap ini terjadi antara usia 0-2 tahun. Intelegensi sensory motor dipandang sebagai intelegensi praktis. Anak pada usia ini belajar bagaimana mengikuti dunia kebendaaan secara praktis dan belajar menimbulkan efek tertentu tanpa memahami apa yang sedang mereka perbuat kecuali hanya mencari cara melakukan perbuatan tersebut.

b.    Tahap pre-oprational

Periode ini terjadi pada usia 2-7 tahun. Pada tahapan ini anaksudah memiliki kesadaran akan tetap eksisnya yang harus ada dan biasanya ada, walaupun benda tersebut sudah ditinggalkan, sudah tidak dilihat atau sudah tidak pernah diengar lagi. Selain itu seorang anak mulai mampu menggunakan kata-kata yang benar dan mampu pula mengekspresikan kalimat-kalimat pendek tetapi efektif.

c.    Tahap concrete-operational

Tahapan ini terjadi pada usia 7-11 tahun. Dalam tahapan ini seorang anak

memperoleh kemampuan yang disebut system of operations (satuan langkah berpikir). Selain itu anak memiliki kemampuan konservsi (kemampuan dalam memahami aspek-aspek kumulatif materi, seperti volume), penambahan golongan benda (kemampuan dalam memahami cara mengkombinasikan benda-benda yang memiliki kelas rendah dengan kelas atasnya lagi), dan pelipatgandaan golongan benda.

d.    Tahap formal-operational

Usia tahapan ini adalah 11-15 tahun. Pada tahap ini seorang remaja memiliki kemampuan mengkoordinasikan baik secara serentak maupun berurutan dua ragam kemampuan kognitifnya. Yaitu kapasitas menggunakan hipotesis dan kapasitas menggunakan prinsip-prinsip abstrak. Dengan kemampuan hipotesis, remaja mampu berpikir khususnya dalam hal pemecahan masalah dengan menggunakan anggapan dasar yang relevan dengan lingkungan yang ia respon. Sedangkan dengan memiliki kapasitas prinsip-prinsip abstrak, mereka mampu mempelajari materi pelajaran yang abstrak, seperti ilmu matematika.

Komentar/Pembahasan tentang Artikel Ini:

Belajar adalah proses dimana suatu aktivitas berasal atau berubah melalui reaksi pada situasi yang ditemui, asalkan ciri perubahan aktivitasnya tidak dapat dijelaskan sebagai kecenderungan respon dasar, kematangan, atau proses tubuh organisma yang bersifat sementara.

Perkembangan adalah perubahan kearah kemajuan menuju terwujudnya hakekat manusia yang bermartabat atau berkualitas. Perkembangan memiliki sifat holistik (menyeluruh/kompleks) yaitu : terdiri dari berbagai aspek baik fisik ataupun psikis, terjadi dalam beberapa tahap (saling berkesinambungan), ada variasi individu dan memiliki prinsip keserasian dan keseimbangan.

Perkembangan juga merupakan proses yang tidak akan berhenti dan setiap perkembangan memiliki tahapan tahapan yaitu : tahap dikenangkan, tahap kandungan, tahap anak, tahap remaja, tahap dewasa, dan tahap lansia, ada juga yang menggunakan patokan umur yang dapat pula digolongkan dalam masa intraterin, masa bayi, masa anak sekolah, masa remaja dan masa dewasa yang lebih lanjut disebut dengan periodesasi perkembangan.

KESIMPULAN

  1. Untuk mengetahui pemahaman tentang seseorang, baik itu siswa maupun guru itu sendiri, untuk menetapkan tujuan pembelajaran agar menjadi pembelajaran yang kondusif, kita sebagai pendidik perlu ada pengetahuan tentang psikologi pembelajaran. Dalam psikologi pendekatan-pendekatan utama pembelajaran, pendekatan-pendekatan inilah yang membantu kita dalam memahami siswa dan pembelajaran itu sendiri.
  2. Pembelajaran merupakan aktivitas paling utama dalam proses pendidikan di sekolah. Untuk itu pemahaman seorang guru terhadap pengertian pembelajaran akan mempengaruhi cara guru itu mengajar. Dalam bab ini dibahas tentang pengertian pembelajaran dan keterkaitan dengan pengertian lain. Untuk itu bisa dijadikan acuan untuk mengetahhui arti pembelajaran agar keberhasilsan pencapaian tujuan pendidikan bisa tercapai dengan efektif.
  3. Dalam bagian ini dibahas mengenai proses pembelajaran, yang bisa dipelajari bagaimana proses pembelajaran dapat berlangsung dengan efektif sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. Hasildari proses pembelajaran ada dua kemungkinannya yaitu sukses atau gagal. Apabila hasilnya sukses maka tercapai segala tujuannya dan akan memperoleh kepuasan dan apabila gagal akan mersa kecewa. Disini guru diharapkan dapat membantu murid-murid yang gagal agar mereka tidak berputus asa dan mampu belajar dengan baik.
  4. Pada dasarnya teori-teori pembelajaran menurut para ahli seperti teori behaviorisme dengan rangsangan dan stimulusnya dan teori humanistik keduanya memiliki fingsi yang sama dalam proses pendidikan, sedangkan teori yang lain seperti teori pembelajaran sosial dengan teori belajar kognitif, masing-masing memiliki cara atau metode yang berbeda.
  5. Perkembangan merupakan proses yang tidak akan berhenti dan setiap perkembangan memiliki tahapan tahapan yaitu : tahap dikenangkan, tahap kandungan, tahap anak, tahap remaja, tahap dewasa, dan tahap lansia, ada juga yang menggunakan patokan umur yang dapat pula digolongkan dalam masa intraterin, masa bayi, masa anak sekolah, masa remaja dan masa dewasa yang lebih lanjut disebut dengan periodesasi perkembangan.

     DAFTAR PUSTAKA

http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2010/01/02/psikologi-pembelajaran-dan-pengajaran/

http://cikguanashazana.blogspot.com

http://downloads.ziddu.com/downloadfile/14318894/lahpsikologibelajar-hubunganperkembangandanbelajar.pdf.htm

http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_Belajar_Behavioristik

http://id.wikipedia.org/wiki/Teori_Kognitif_Sosial

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 18, 2012 in Psikologi Pembelajaran

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: